Zipi John Mamenk

SELAMAT DATANG DI BLOGSPOT ZIPI JOHN MAMENK.... OJO LUPA SARAN & KRITIKNYA UKEYYY......... I LOVE YOU.... WE LOVE YOU.....LET'S BE HAPPY N JADIKAN HARI ESOK LEBIH BAEK !!!!

Kamis, 03 November 2011

PACARAN DUNIA MAYA


Jaman sekarang, beh… teknologi sudah maju. Sesuatu yang jauh terasa dekat and yang beratpun bisa jadi ringan. Kalo buyut kita dulu kepengen kabar-kabari dengan sanak keluarga yang jauh, butuh waktu berhari-hari. Sekarang, cuman hitungan detik sudah bisa mi ditahu baik lewat HP, maupun internet.
So, gimana kalo pacaran jarak jauh pakai fasilitas internet. Komorang pastinya punya kesan tersendiri to dengan gaya pacaran dunia maya kan? Sampel Durasi (Serasi) kita kalee ini akan berbagi pengalaman soal pacaran dunia maya.
Vivi, siswi SMAN 5 Kendari mengaku tidak senang pacaran dunia maya. Soalnya, mantan pacarnya sudah nda’ bisa mi dihitung banyaknya, kok mesti pake lagi pacar tanpa bayangan. He he he he…, Wiro Sambleng kaleee, pake tendangan tanpa bayangan….! “Cari teman lewat internet sih kadang, tapi tuk dijadiin pacar, beh amit-amit tujuh keliling. Kecuali orangnya memang ganteng, ya… bolehlah. Itupun harus ketemuan dululah baru mutusin mo pacaran atawa tidak,” katanya.
Berbeda dengan Zaskiyah, siswi SMKN 1 Kendari yang disibukkan dengan urusan organisasi. Dia lebih senang pacaran alam maya, ketimbang pacaran alam kubur. Pastimi coy…! Tapi, keuntungannya kalo pacaran dunia maya, tidak terlalu banyak menyita waktu tuk jalan sana, jalan sini. “Cukup kirim-kirim email, kabar-kabari lewat internet, chating, udah cukup kalo pacaran dunia maya. Tidak ngeganggu urusan dunianya kita. Repot deh pacaran sama alam nyata, bisa ganggu aktivitas dan konsentrasi belajar,” celotehnya.
Sama ji dengan Mila, Idadan, dan Uli, siswa SMAN 4 Kendari. Mereka senang pacaran dunia maya. “Tapi jangan komorang buruk sangka dulu hae karena kita hanya sebatas fans alias simpatik alias dll (dan lain-lain, red) yang penting mereka to bisa diajak curhat melalu dunia maya alias pacar (pasangan bicara) dunia maya, tidak apa-apa ji kalau pacar dalam arti yang benar,” ujar Mila diamini Ida dan Uli.
Mereka sebenarnya tau kalo cari pacar melalui dunia maya berawal dari keisengan saja. Coz kalo mo nyari pacar, napa nda’ langsung cari di sekolah dan sekitar pasar aja? He he he he, tukang jual ikan jangan tersinggung ye…!
Seperti pengalaman Ida yang pernah pacaran di dunia maya. “Karena ingin hibur diri setelah mencari tugas-tugas sekolah, makanya saya langsung chating dan gayung pun bersambut. Secara chatingku dibalas oleh si dia, ehem…ehem. Lantaran merasa nyaman dengan dia, soale dia itu sama dengan tipeku yang penyabar plus dewasa makanya sa sempat memintanya untuk mengirimkan foto. Meskipun wajahnya tidak ganteng-ganteng amat (amat aja nggak ganteng he…he…he…,red) sehingga tidak membuat hubunganku kandas alias masih berlanjut sampai sekarang yang kurang lebih sudah berjalan 1 tahunan, awet to seawet makanan di freezer,”terang Ida.
Lain Ida lain Uli, seperti pepatah lain padang lain ilalang. Uli mengaku awalnya dekat dengan seseorang melalui dunia maya karena tugas sekolah. “Dia itu to, orangnya cerdas kasihan karena pintar bahasa Inggris dan jago mengartikan istilah-istilah ilmiah yang merupakan serapan bahasa Inggris dan Indonesia. Alhasil sejak dekat dengan dia melalui chating, tugas-tugas bahasa Inggrisku lancar bak air yang mengalir dan sa tambah semangat dalam belajar bahasa Inggris. Bagus to sa dekat dengan dia. Iyo kan saja daripada komorang benjol. Tidak ji kasihan sa hanya main-main ji hae,” akunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sertakan komentar Anda