Zipi John Mamenk
Minggu, 11 September 2011
SOCOREJO, DESAKU
desa socorejo terletak di sebelah barat kota tuban merupakan bagian wilayah kecamatan jenu paling barat, berdampingan dengan desa glondonggede yang sudah masuk wilayah tambakboyo. desa socorejo secara geografis merupakan desa yang terletak di pinggir pantai sehingga mata pencaharian hampir 80% adalah nelayan, 5% wiraswasta dan 5% petani. meskipun desa ini merupakan kawasan industri tetapi mereka yang bekerja pada perusahaan setempat tidak lebih dari 4% hal ini dikarenakan persaingan tenaga kerja dari luar kota yang justru mendapat tempat yg lebih istimewa dibanding penduduk setempat. desa socorejo meliputi tiga dusun yaitu dusun karangdowo, dusun socorejo dan dusun borosoco. potensi alam yang menjadi andalan adalah hasil laut, perikanan budidaya dan pertanian.
dibidang pendidikan di desa ini ada beberapa lembaga, mulai taman kanak-kanak 'bunga samudra', sdn negeri, mi "tahdzibul fuad", smp "islam" dan pendidikan dibidang agama antara lain tpa "islamadina", tpa "ar-rahman", dan tpa yg berada di dsn soco dan boro serta pendidikan agama lebih lanjut yaitu madrasah diniyah "islamadina".
sedangkan infrastruktur yang dimilik desa yang berpenduduk sekitar tiga ribu jiwa ini adalah balai desa, gedung polindes, masjid, pdam, gedung tk, serta infrastruktur lainnya.
Posted in: desa,pemerintahan,socorejo,tuban
Sadar atau tidak sebenarnya kita mempunyai ciri khas yang membedakan dengan desa lain, yaitu dalam logat berbicara. Hal ini tidak kita sadari karena sehari-hari kita hanya berkomunikasi dengan tetangga jadi logat yang kita pakai seolah wajar-wajar saja.
Bahasa Karangdowo mempunyai ciri khas tersendiri dan unik karena setiap kalimat yang keluar dari mulut mempunyai intonasi yang berbeda beda sehingga kalau orang asing (luar karangdowo) menyebutnya seperti menyanyi. Misalnya ketika kita tanya teman kita yang habis miyang (melaut):
" along kang? jawabnya "oleh pitung kilo" kalimat OLEH PITUNG KILO ini jika didengar mempunyai aksen yang berbeda beda, sehingga kalimatnya terdengar Oleh pitung kilo?????... Yang paling kental dan menjadi ciri khas bahasa kita adalah lebih menekankan di akhir kalimat sehingga apa yang kita ucapkan agak berlenggak lenggok dan mirip sebuah kalimat pertanyaan dan seperti dilagukan.
lalu apa yang membedakan dengan desa lainnya?
Sebenarnya desa lainpun mempunyai logat yang berbeda, akan tetapi mempunya intonasi yang cenderung datar dan hanya sebagian kecil yang intonasinya dilagukan. Sedangkan logat kita semua suku kata mempunyai aksen yang berbeda-beda.
Bagaimana cara kita tahu bahasa kita punya ciri khas?
Seperti yang saya utarakan di atas kita tak menyadari jika kita hanya berkomunikasi dengan tetangga. sekali-kali pergi ke tempat lain atau keluar kota, dan perhatikan bahasanya dan bandingkan bahasa yang kita pakai.
Apakah Bahasa kita salah?
Tidak, karena bahasa adalah bagian dari budaya dan menjadi ciri khas kita yang harus dijaga. Dan yang lebih penting adalah bagaimana kita santun berbicara, karena cara berbicara menunjukkan kepribadian kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sertakan komentar Anda